Rokan Hilir, newsinfodaerah.com – Sekitar 80 satuan pendidikan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP), menerima manfaat Program Revitalisasi Sekolah. Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Rohil menegaskan perannya sebatas melakukan pengawasan dan pemantauan, bukan mengelola ataupun mencairkan dana bantuan.
Penegasan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt)
Kepala Disdikbud Rohil, Riwansyah, S.STP., dalam rapat koordinasi bersama
kepala sekolah dari 18 kecamatan se-Kabupaten Rokan Hilir di Aula Disdikbud
Rohil, kawasan Batu Enam, Bagansiapiapi, Rabu (14/10/2026).
Rapat koordinasi itu menjadi forum untuk menjelaskan
mekanisme pelaksanaan program sekaligus mempertegas pembagian tanggung jawab
antara pemerintah daerah dan sekolah penerima bantuan.
Menurut Riwansyah, Program Revitalisasi Sekolah
merupakan salah satu program prioritas nasional Presiden Republik Indonesia
Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Dana bantuan disalurkan langsung ke rekening sekolah penerima, sedangkan
pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan menjadi tanggung jawab masing-masing satuan
pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Perlu diketahui, program revitalisasi ini langsung
dari pemerintah pusat dan disalurkan kepada pihak sekolah. Sekolah menjadi
pelaksana sekaligus penanggung jawab kegiatan. Dinas Pendidikan tidak terlibat
dalam pengelolaan maupun pencairan dana tersebut,” tegas Riwansyah.
Ia juga menanggapi informasi yang beredar di media
sosial mengenai dugaan permintaan jatah maupun pungutan oleh pihak dinas dalam
pelaksanaan program revitalisasi. Riwansyah membantah dugaan tersebut dan
meminta masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum
memperoleh informasi yang terverifikasi.
Menurutnya, pemahaman terhadap mekanisme penyaluran
dana dan pembagian kewenangan diperlukan agar pelaksanaan program dapat berjalan
sesuai ketentuan, dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.
Kepala Sekolah Sampaikan Pengalaman Pelaksanaan
Program Dalam rapat tersebut, sejumlah kepala sekolah penerima bantuan turut
memberikan keterangan mengenai penyaluran dana dan perkembangan pekerjaan
revitalisasi di satuan pendidikan masing-masing.
Kepala TK Attabi’in menyampaikan bahwa dana bantuan
diterima langsung oleh pihak sekolah secara utuh. Ia juga menyebutkan bahwa
progres pekerjaan fisik di sekolahnya telah mencapai sekitar 95 persen.
Berdasarkan pengalamannya, tidak terdapat pungutan dari Disdikbud Rohil dalam
pelaksanaan program tersebut.
Sementara itu, Saringah, Kepala SDN 016 Serusa,
Kecamatan Sinaboi, mengapresiasi arahan dan pendampingan yang diberikan
Disdikbud Rohil. Ia menyatakan bahwa penyaluran dana berlangsung secara
transparan dan tidak disertai pungutan oleh pihak kabupaten.
Keterangan senada disampaikan Kepala SMPN 4 Kubu Babussalam.
Ia membantah adanya pungutan sebagaimana isu yang beredar di media sosial dan
menjelaskan bahwa pengelolaan dana serta pelaksanaan pekerjaan dilakukan
langsung oleh pihak sekolah.
Pernyataan para kepala sekolah tersebut menjadi
bagian dari keterangan yang disampaikan dalam forum koordinasi terkait
pelaksanaan program revitalisasi di Rohil.
Diharapkan Dukung Peningkatan Sarana Pendidikan Riwansyah
menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program Revitalisasi Sekolah yang memberikan
kesempatan kepada satuan pendidikan di Rohil untuk memperbaiki fasilitas belajar.
Perbaikan sarana dan prasarana tersebut diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran
serta mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Disdikbud Rohil menegaskan akan menjalankan fungsi pengawasan
dan pemantauan sesuai kewenangannya. Sementara itu, sekolah penerima bantuan
bertanggung jawab atas pengelolaan dana dan pelaksanaan kegiatan sesuai
mekanisme program.
Melalui koordinasi antara dinas dan satuan
pendidikan, pelaksanaan program revitalisasi diharapkan berlangsung tertib,
transparan, dan akuntabel sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh sekolah
serta peserta didik di Kabupaten Rokan Hilir.

